FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

Kamis, 27 Februari 2014

Impor Kendaraan Bermotor Dan Bagiannya Meningkat

Laporan terkini dari Badan  Pusat Statistik  menunjukkan bahwa nilai impor nonmigas dengan golongan barang HS 2 Dijit yaitu  Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) , mengalami peningkatan di bulan Desember dan mencapai angka 604.6 juta Dollar AS (CIF). Pada bulan sebelumnya yaitu bulan November impor golongan barang ini hanya mencapai sekitar 533.2 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian telah naik sekitar 71.4 juta Dollar AS, atau naik sekitar 13.39 %.
Sedangkan secara kumulatif dari awal tahun ini, kinerja impor golongan barang ini telah mencapai angka sekitar 7914.6 juta Dollar AS dan memiliki porsi sekitar  5.6% terhadap impor nonmigas kumulatif untuk keseluruhan golongan barang.
Kinerja impor kumulatif golongan barang ini pada tahun lalu menunjukkan angka 9757 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian dibandingkan dengan periode tersebut menunjukkan adanya turun  sekitar -1842.4 juta Dollar AS atau sekitar -18.88 %.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa kinerja perdagangan saham untuk sektor terkait di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tiga bulan ini nampak menunjukkan kinerja yang positif dimana indeks saham untuk sektor TRADE mengalami kenaikan sekitar + 1.43 % dalam 3 bulan terakhir. Sementara itu indeks komposit (Jakarta Stock Exchange Composite Index, JCI) untuk periode yang sama menunjukkan kenaikan sekitar 7.36 % dalam 3 bulan terakhir.
Indeks LQ45 yang merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, juga menunjukkan sinyal yang positif. Indeks LQ45 mengalami naik sekitar 8.68% dalam 3 bulan terakhir.
Sementara itu Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas, menunjukkan naik sekitar 6.16% dalam 3 bulan terakhir

Poundsterling Turun Tipis, Dollar Sedang dalam Pola Naik

Nilai tukar poundsterling Inggris terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari ini cenderung bergerak terbatas (27/2). Mata uang ini masih masih terjebak dalam pola sideways setelah sempat naik signifikan di awal pekan. Para investor masih menantikan testimoni Janet Yellen dan rilis data klaim pengangguran AS nanti malam.
Secara umum dollar berada dalam pola pergerakan menguat terhadap rival-rivalnya. Kenaikan yang tidak terduga dari data penjualan rumah baru tadi malam memberikan dorongan spekulasi mengenai tapering Fed yang akan dilanjutkan.
Nanti malam akan diumumkan data klaim pengangguran dan core durable goods orders. Para pelaku pasar akan mencermati rilis dari kedua data tersebut.
Hari ini poundsterling terpantau berada pada posisi 1.6668 dollar AS hari ini. Mata uang tersebut mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.6673 dollar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang poundsterling Inggris terhadap dollar pada perdagangan hari ini akan cenderung bergerak sideways. Hari ini mata uang tersebut diperkirakan akan bergerak pada kisaran 1.6630 – 1.6700 dollar.

Rabu, 26 Februari 2014

Forex Harian Sterling Naik Tipis Pada Pola Konsolidasi

Pada pergerakan forex sesi Asia siang hari ini (Rabu, 26 February 2014, 05:29:39 GMT), Poundsterling Inggris secara umum menunjukkan pergerakan naik terhadap Yen Jepang setelah dibuka pada 170.46 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah menguat sekitar + 12 pips atau sekitar + 0.07 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 170.58.
Menjelang laporan dari Office for National Statistics yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai perekonomian makro di Inggris. Sejumlah ekonom menduga adanya perkembangan positif pada sektor ini.
Sejumlah ekonom memperkirakan bahwa indikator Second Estimate GDP q/q dapat menunjukkan kinerja yang menguntungkan dan diharapkan mengalami peningkatan ke angka 0.7% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.7%. Mata uang Poundsterling Inggris terpantau bergerak terapresiasi merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal Cross rate Sterling-Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 169.84 dan level resistance pada kisaran 171.07.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair GBPJPY ini berada pada Channeling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase akhir fase konsolidasi
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair GBPJPY ini berada pada pola Rising Wedges. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan nampak berada pada fase tengah pola bullish.

Analisis Fundamental Dollar AS, Konsolidasi

Indeks Dollar AS hari ini (Rabu, 26 Februari 2014, 05:39:30 GMT) menguat setelah dibuka di 80.13 pada awal perdagangan (00.00 GMT) dan telah naik sekitar 2 pips atau sekitar 0.02 %. Nilai bergulir tampak berada pada 80.15.
Mata uang Dollar AS terpantau bergerak positif menjelang pengumuman Census Bureau mengenai perkembangan terakhir sektor perumahan, dimana ada dasarnya sejumlah ekonom memperkirakan akan adanya perkembangan melemah pada sektor ini.
Indikator fundamental ekonomi New Home Sales diperkirakan akan memberikan gambaran melambat dan dapat turun ke angka 406K dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 414K . Indeks Dollar AS terpantau bergerak naik merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal indeks Dollar AS pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 79.96 dan level resistance pada kisaran 80.34.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, indeks Dollar AS berada pola Descending Triangle Break Out. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase pembentukan bullish baru.
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa indeks Dollar AS berada pada pola Triangle. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase tengah Bullish minor.

Selasa, 25 Februari 2014

Forex Harian Dollar AS , Agak Lesu Cenderung Wait and See

Dollar AS pada hari ini (Selasa, 25 Februari 2014, 05:47:48 GMT) bergerak melemah terhadap beberapa mata uang utama. Harga pembukaan indeks Dollar AS berada pada 80.19 di awal perdagangan (00.00 GMT) dan mata uang tersebut telah turun sekitar – 1 pips atau sekitar -0.01 % dan nilai bergulir terpantau berada di 80.18.
The Conference Board Inc. dijadwalkan akan mengumumkan data terkini mengenai kinerja sektor konsumsi di Amerika Serikat. Sejumlah ekonom menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.
Indikator fundamental ekonomi CB Consumer Confidence diduga akan menunjukkan sinyal negatif dan diperkirakan dapat turun ke angka 80.2 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 80.7. Indeks Dollar AS terpantau bergerak turun kendati sangat tipis merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal indeks Dollar AS pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 80.05 dan level resistance pada kisaran 80.39.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, indeks Dollar AS berada pola Descending Triangle Break Out. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase pembentukan bullish baru.
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa indeks Dollar AS berada pada pola Triangle. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase tengah Bullish minor.

Impor Mesin dan Peralatan Listrik Mengalami Penurunan

Data terkini dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai impor nonmigas dengan golongan barang HS 2 Dijit yaitu Mesin dan peralatan listrik (85) , mengalami penurunan di bulan Desember dan hanya mencapai angka 1325.9 juta Dollar AS (CIF). Pada bulan sebelumnya yaitu bulan November impor golongan barang ini dapat mencapai sekitar 1438.9 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian telah turun sekitar -113 juta Dollar AS, atau turun sekitar -7.85 %.
Sedangkan secara kumulatif dari awal tahun ini, kinerja impor golongan barang ini telah mencapai angka sekitar 18202 juta Dollar AS dan memiliki porsi sekitar 12.87% terhadap impor nonmigas kumulatif untuk keseluruhan golongan barang.
Kinerja impor kumulatif golongan barang ini pada tahun lalu menunjukkan angka 18904.7 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian dibandingkan dengan periode tersebut menunjukkan adanya penurunan sekitar -702.70 juta Dollar AS atau sekitar -3.71 %.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pergerakan saham untuk sektor terkait di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tiga bulan ini nampak menunjukkan pergerakan positif dimana indeks saham untuk sektor MANUFACTUR mengalami kenaikan sekitar + 6.62 % dalam 3 bulan terakhir. Sementara itu indeks komposit (Jakarta Stock Exchange Composite Index, JCI) untuk periode yang sama menunjukkan kenaikan sekitar 6.53 % dalam 3 bulan terakhir.
Indeks LQ45 yang merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, juga menunjukkan sinyal yang positif. Indeks LQ45 mengalami kenaikan sekitar 7.29% dalam 3 bulan terakhir.
Sementara itu Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas, menunjukkan kenaikan sekitar 3.98% dalam 3 bulan terakhir.

Senin, 24 Februari 2014

Yen Bergerak Rebound Imbas Maraknya Peminat Aset Safe Haven

Nilai tukar mata uang yen terpantau mengalami kenaikan yang signifikan terhadap dollar AS (24/2). Hari ini mata uang Jepang tersebut tampak berbalik rebound setelah pekan lalu cenderung melemah. Lesunya bursa-bursa di kawasan Asia menjadi faktor yang mendorong menguatnya yen.
Hari ini sebagian besar bursa saham Asia terpantau mengalami penurunan. Negatifnya bursa Asia disebabkan oleh sentimen negatif yang dibawa oleh Wall Street pada penutupan perdagangannya pekan lalu.
Melemahnya bursa Asia membuat para investor membuang instrument investasi yang memberikan imbal hasil dan risiko tinggi. Imbasnya mata uang safe haven seperti yen menjadi lebih diminati.
Hari ini yen terpantau sempat melempem hingga mencapai posisi 102.67 per dollar. Saat ini yen sudah bergera rebound ke posisi 102.24 per dollar. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu yen terpantau berada pada posisi 102.49 per dollar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar yen terhadap dollar hari ini akan cenderung melanjutkan penurunan meskipun terbatas. Nilai tukar dari mata uang Jepang tersebut diperkirakan akan bergerak pada kisaran 102.00 – 102.50 per dollar.
Ika Akbarwati/ Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research                                                                   
Editor: Jul Allens