FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Penguatan Yen Tekan Harga Karet


Setelah kemarin sempat mengalami kenaikan, harga karet kembali menunjukan penurunan. Melemahnya harga karet disebabkan oleh adanya imbas dari kenaikan performa nilai tukar yen terhadap dollar AS akibat kebijakan Bank of Japan yang hari ini akan menerapkan kebijakan melawan deflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Alhasil dengan melemahnya nilai tukar yen terhadap dollar membuat saham-saham eksportir di bursa saham Jepang kembali mengalami penurunan. Saham-saham eksportir tersebut terdiri dari saham-saham emiten sektor otomotif dan juga elektronik yang merupakan konsumen karet.

Harga karet berjangka mengalami penurunan sebesar 3,5% menjadi 252,5 yen per kilogram atau 2716 dollar per metrik ton di Tokyo Commodity Exchange.

Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga karet akan masih mengalami penurunan hari ini. Hal tersebut didasari oleh pengaruh sektor fundamental yang diperoleh dari data-data ekonomi AS yang akan dirilis malam ini seperti data klaim pengangguran dan testimoni Gubernur Fed, Ben Bernanke.

Rabu, 13 Maret 2013

Presiden Bundesbank Isyaratkan Ekonomi Keropos Di Bagian Dalam, Indeks Euro Lesu


(Vibiznews – FX) – Pergerakan indeks Euro pada perdagangan forex pagi hari ini ( 03/13, 03.27 GMT ) terpantau menunjukkan pergerakan turun . Indeks mata uang tersebut dibuka di kisaran 108.01 di awal perdagangan (00.00 GMT) kemudian turun sekitar -2 pips atau sekitar -0.01 % dan nilai bergulir terpantau berada di kisaran 107.99.
Indeks Euro terpantau menerima sentimen negatif dari investor, menjelang laporan dari Eurostat (kantor statistik Uni Eropa ) mengenai kinerja produksi industry di bulan Januari, yang diduga oleh sejumlah ekonom akan memberikan sinyal fundamental kurang begitu menggembirakan. Perkembangan itu ditunjukkan dengan dugaan adanya penurunan pada indikator fundamental ekonomi Industrial Production m/m menjadi – 0.1% dari nilai periode lalu yaitu 0.7%.
Sementara itu Jens Weidmann, Presiden Bundesbank dalam wawancara dengan CNBC mengatakan bahwa terdapat masalah krisis struktural yang sedang dihadapi. Terjadi krisis kepercayaan di kawasan tersebut yang dalam hal ini hanya dapat diselesaikan secara politis. Institusi moneter dalam kebijakan pemulihan krisis hanya dapat berperan untuk membeli waktu, demikian tegasnya.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pernyataan Presiden Bundesbank tersebut dapat merupakan suatu sinyalemen bahwa proses recovery ekonomi di Eropa di bagian dalam. Analisa kurs pada perdagangan hari ini indeks Euro diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 107.72 dan level resistance pada kisaran 108.4.
(Indra Yudistira/IYD/vbn)

Aussie Terkoreksi Setelah Kemarin Melesat ke 2.5 Minggu Tertinggi


(Vibiznews – FX) – Mata uang aussie pada perdagangan hari ini tampak mengalami retreat (13/03). Aussie melemah terbatas setelah pada perdagangan kemarin sempat mengalami kenaikan hingga mencapai posisi paling tinggi dalam 2.5 minggu belakangan.
Aussie pagi hari ini tergerus melemah disebabkan oleh data ekonomi dalam negeri yang kurang mengesankan. Data pinjaman untuk pembelian property tampak mengalami penurunan yang tidak terduga pada bulan Januari lalu. Pinjaman perumahan mengalami penurunan 1.5% dari ekspektasi kenaikan sebesar 0.2%.
Sedangkan data keyakinan konsumen Westpac tampak mengalami pertumbuhan yang melambat untuk bulan Maret ini. Indeks keyakinan berada di level 2% setelah pada bulan Februari sebelumnya berada di level 7.7%.
Pada perdagangan hari ini mata uang aussie terpantau berada di posisi 1.0315 dolar. Aussie melemah dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.0324 dolar. Kemarin aussie menguat ke 1.0338 dolar, paling tinggi sejak tanggal 22 Februari lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan aussie pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Aussie diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1.0280 – 1.0350 dolar.

Senin, 11 Maret 2013

Yen Kembali Coba Sentuh Level Terendah dalam 3.5 Tahun


(Vibiznews – FX) – Pada perdagangan Senin pagi ini mata uang yen Jepang masih berada dalam trend melemah yang signifikan (11/03). Yen tampak berusaha untuk kembali mencapai posisi paling tinggi dalam 3.5 tahun belakangan yang dicapainya pada perdagangan Jumat lalu.
Kandidat Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda memberikan sinyal kesiapan untuk melakukan kebijakan ekspansi moneter dalam bentuk stimulus dari bank sentral jika ia terpilih menjadi pengganti Masaaki Shirakawa.
Meskipun Kuroda mengakui bahwa pelemahan yen ini tidak akan berlangsung selamanya jika hanya didorong oleh kebijakan ekspansi moneter, akan tetapi ia menegaskan bahwa ekspansi moneter sangat dibutuhkan untuk mendorong ekonomi Jepang menggapai target inflasi sebesar 2%. Komentarnya tersebut juga merupakan penegas bahwa bank sentral Jepang tidak menggunakan alasan ekspansi moneter ini sebagai amunisi untuk melakukan perang mata uang global.
Pagi hari ini yen Jepang tampak berada pada posisi 96.15 per dolar AS. Yen mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan Sabtu dini hari lalu yang ada di level 96.03 per dolar AS. Pada sesi perdagangan terakhir pekan lalu yen sempat mengalami penurunan ke level 96.54 per dolar, posisi paling rendah yang belum pernah terlihat sejak tanggal 11 Agustus 2009 lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan yen Jepang pada perdagangan hari ini akan cenderung masih bisa melemah. Yen berpotensi untuk mengetes level 96.55 per dolar dan mencetak level 3.5 tahun tertinggi yang baru.
(Ika Akbarwati/vbn)

Yen Jepang Melemah, Respon Diintensifkannya Kebijakan Moneter Longgar oleh BOJ


(Vibiznews-FX) - Yen pada perdagangan minggu ini (3 - 8 Maret) secara umum terpantau menunjukkan tren melemah terhadap Dollar AS. Perdagangan pasangan mata uang USD/JPY ini setelah dibuka pada kisaran 93.54 di awal minggu perdagangan telah naik tajam sekitar 250 pips atau sekitar 2.68 % dan ditutup pada kisaran 96.05, menunjukkan semakin lemahnya Yen terhadap Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa melemahnya mata uang Yen pada minggu ini terkait dengan masih dipertahankannya kebijakan moneter longgar oleh Bank of Japan di angka
Adapun pada perdagangan pada minggu mendatang (10 - 15 Maret), range normal perdagangan USD/JPY mingguan diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 93.79 lalu kemudian di 91.53 . Sedangkan level resistance pada kisaran 97.42 kemudian pada 98.79 .
Pergerakan pasangan mata uang ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh beberapa rilis data ekonomi yang diantaranya adalah : Tertiary Industry Activity m/m dan BSI Manufacturing Index. Simak juga weekly review dan outlook untuk Euro dan Aussie.
(Indra Yudistira/IYD/vbn)

AS Sudah Tidak Lagi Safe Haven?


(Vibiznews-Forex) Kita telah membaca berita Safe Haven pada hari Jumat lalu, dimana Inggris, Jepang dan Hongkong sudah dianggap tidak lagi Safe Haven pada saat ini, bagaimana dengan US$?
Ada sesuatu yang sangat signifikan yang sedang terjadi dengan Dolar AS saat ini dan ini penting sekali untuk disadari oleh para forex trader.
Salah satu grafik yang paling berpotensi adalah grafik dari team matauang Morgan Stanley, yang pada dasarnya menunjukkan bahwa USD sedang berevolusi dari matauang safe haven menjadi mata uang berisiko.
Hal ini berarti bagaimana USD baik mempengaruhi maupun dipengaruhi oleh pasar yang lain bisa berbalik dari perilaku normalnya.
Apa yang dilihat oleh Morgan Stanley? Mereka mencatat bahwa indeks USD baru-baru ini telah mulai berperilaku seperti matauang berisiko atau lebih tepatnya perilakunya sudah mirip dengan indeks S&P500, barometer asset berisiko yang klasik.
Tingkat bunga benchmark AS diperkirakan akan naik relative terhadap matauang yang lain.
Walaupun saham Eropa masih rally, forex trader mengerti bahwa Eropa sedang menurun dan hanya tinggal masalah waktu sebelum baik ECB maupun BOE akan mulai stimulus baru dan mencetak uang.
Jepang sudah lebih dulu mengatakan bahwa mereka akan mencetak banyak uang dan menurunkan nilai JPY, walaupun mereka juga, seperti zona Euro, sejauh ini masih hanya sebatas bicara saja.
Sementara AS telah dengan aktif mengejar QE3 dan ekonomi mereka telah menjadi lebih baik, relative terhadap Zona Euro, United Kingdom dan Jepang. Fed AS mengatakan bahwa mereka akan mulai mengetatkan kebijakan moneter mereka ketika tingkat pengangguran AS mencapai 6.5%. Sampai hari Jumat kemarin sudah ada kemajuan sedikit. Laporan lapangan pekerjaan AS bulan lalu yang di keluarkan pada hari Jumat yang lalu, menunjukkan bahwa tingkat pengangguran turun dari 7.9% menjadi 7.7%. Jika penurunan 0.2% per bulan ini terus berlangsung, maka target 6.5% akan sudah tercapai dalam jangka waktu 6 bulan.
(Jul Allens/JA/VBN)

Rabu, 06 Maret 2013

Selama 3 Hari Menguat, Euro Didukung Harapan Suku Bunga Dipertahankan


(Vibiznews – FX) – Pada perdagangan hari ini mata uang euro tampak mengalami kenaikan untuk tiga hari berturut-turut (06/03). Euro bergerak menguat menjelang rilis data revisi PDB kawasan euro pada kuartal keempat.
Pasar memperkirakan bahwa PDB euro di kuartal keempat lalu masih mengalami kontraksi dari kuartal ketiga sebesar 0.6%.
Sementara itu pasar juga masih menantikan rilis data penetapan suku bunga acuan dan kebijakan moneter ECB besok. Diperkirakan secara luas bahwa bank sentral Eropa masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0.75%.
Pada perdagangan hari ini euro tampak berada di posisi 1.3062 dolar. Posisi euro tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.3052 dolar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan euro pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikannya. Hari ini euro berpotensi mengalami pergerakan pada kisaran 1.3030 – 1.3100 dolar.

Kenapa Sekarang Adalah Waktunya Menambahkan Australia Dalam Portfolio Anda?


(Vibiznews-Forex) Tidak banyak negara maju yang berhasil keluar dari yang terburuk dari krisis keuangan yang sedang terjadi tetapi Australia adalah salah satunya.
Dengan ikatan yang kuat terhadap lebih dari enam miliar pelanggan di emerging market yang rindu mengenakan pola kehidupan ala Barat, kebutuhan akan produk-produk Australia benar-benar sempurna.
Dan dengan tingkat bunga yang ada diatas tingkat inflasi dan sumber-sumber alam yang bagaikan harta karun yang dapat diandalkan, Australia akan menikmati kelimpahan untuk beberapa dekade yang akan datang.
Tidak seperti di Barat, apa yang sedang terjadi disana adalah cerita mengenai pertumbuhan yang bonafide.
Pada kenyataannya, menurut peramal-peramal dari team the Economist, GDP Australia diperkirakan akan bertumbuh 2.7% di tahun 2013.
Diantara “negara-negara kaya” di dunia ini berarti hanya dibelakang dari trio Asia Timur Singapura, Korea Selatan dan Taiwan – dimana ketiga-tiganya diperkirakan bertumbuh 2.9% -3% tahun ini.
Australia juga jauh lebih baik daripada negara ekonomi kaya mineral Barat lainnya seperti Kanada yang diperkirakan bertumbuh hanya 1.9% di tahun 2013.
Berita yang benar-benar baiknya adalah bahwa Australia telah mencapai sukses seperti ini tanpa mengeluarkan kebijakan “stimulus” yang bisa salah jalan. Budget Australia juga diperkirakan akan surplus di tahun fiskal 2012-2013 – sesuatu yang sangat asing bagi kebanyakan negara Barat. Dan kalaupun perkiraannya meleset, tidak akan meleset banyak.
Dilihat dari kekuatan mata uang AUD/USD juga relatif cukup kuat. Meskipun sempat mengalami penurunan sampai dibawah 1.0 di pertengahan tahun 2011 dan 2012, tetapi Aussie tetap bisa naik kembali keatas 1.0, dan sekalipun trend jangka pendek masih bearish, trend jangka panjang tetap bullish.

Yen Naik 3 Hari Berturut-turut Jelang Pertemuan Bank of Japan




Hari ini dewan gubernur Bank of Japan memulai pertemuan selama dua hari untuk membahas kebijakan ekonomi dan tingkat suku bunga selama satu bulan ke depan (06/03). Para pelaku pasar masih menanggapi hal ini dengan dingin. Hari ini mata uang yen Jepang terpantau masih mengalami peningkatan terhadap dolar AS.
Yen melanjutkan peningkatan untuk tiga hari berturut-turut terhadap dolar AS. Mata uang Jepang ini tampak memanfaatkan situasi tenang jelang pergantian pucuk kepemimpinan di bank sentral untuk melakukan ambil untuk setelah yen anjlok tajam selama tiga bulan belakangan.
Pertemuan dewan gubernur BoJ ini akan menjadi pertemuan terakhir yang dipimpin oleh Gubernur BoJ saat ini Masaaki Shirakawa. Pada tanggal 19 Maret mendatang pengganti Shirakawa akan mulai bertugas.
Pada pertemuan bank sentral terakhirnya diperkirakan Shirakawa tidak akan melakukan kebijakan yang dramatis. Pasar yang memprediksi hal tersebut cenderung membuat yen menguat.
Pagi ini yen terpantau berada pada posisi 93.16 per dolar AS. Mata uang Jepang ini cenderung mengalami kenaikan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di posisi 93.29 per dolar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan yen akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Untuk hari ini yen berpotensi mengalami pergerakan pada kisaran 92.80 – 93.45 per dolar AS.

Indeks Dolar Makin Lesu; Tertekan terhadap Rival-rivalnya


Indeks dolar AS pada perdagangan hari ini tampak mengalami penurunan untuk tiga hari berturut-turut (06/03). iIdeks dolar melemah mengindikasikan bahwa mata uang dolar AS sedang berada dalam trend melemah terhadap mata uang-mata uang rivalnya. Tertekannya dolar disebabkan oleh spekulasi bahwa bank sentral akan melanjutkan kebijakan pemberian stimulus.

Para investor juga sedang menantikan rilis data pekerja di sektor swasta dan pesanan pabrik nanti malam. Diperkirakan data ADP NFP akan mengalami peningkatan sebesar 172,000 orang di bulan Februari lalu. Di bulan Januari kemarin sektor swasta mengalami peningkatan jumlah karyawan sebesar 192,000 yang merupakan peningkatan terbesar dalam nyaris satu tahun belakangan.

Dolar mengalami aksi jual di tengah kembalinya keyakinan para pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi. Bursa saham yang maju terus hingga indeks Dow Jones mencetak rekor tertinggi membuat pasar kembali bersemangat.

Hari ini indeks dolar AS berada di posisi 81.96. Posisi indeks dolar ini mengalami penurunan dibandingkan dengan penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di level 82.03. Indeks telah jatuh dengan signifikan selama tiga hari belakangan setelah Jumat lalu melesat ke level 82.55 yang merupakan posisi paling tinggi sejak tanggal 20 Agustus 2012.