FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

Kamis, 30 Januari 2014

Dollar AS Lanjutkan Kenaikan

Dollar AS pada dini hari ini ( 20 Januari ) bergerak menguat terhadap mata uang utama lainnya Dollar Kanada. Harga pembukaan berada pada 1.1144 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah naik sekitar 27 pips atau sekitar 0.24 % dan nilai bergulir terpantau berada di 1.1171.
Sentimen positif terhadap mata uang Dollar AS nampak menguat setelah bank sentral AS, The Fed, menetapkan untuk mengurangi intensitas tapering atau dengan kata lain mengurangi kebijakan stimulus moneter di negara ini.
The Federal Open Market Committee (FOMC) yang merupakan salah satu struktur penting di dalam tubuh The Fed, memutuskan untuk mengurangi program stimulus ke angka 65 milyar USD per bulan, dari 75 milyar USD per bulan.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar Kanada bahwa range normal USDCAD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.1057 dan level resistance pada kisaran 1.1203
(IY/JA/vbn)

Mengapa Harus Menjual AUD?

Menurut FX Street, ahli strategi di JP Morgan mengatakan agar menjual AUD karena resiko dari “tapering kredit” di Cina. Mereka memperkirakan pertumbuhan yang lebih lambat di Cina, menaikkan resiko terjadinya krisis kredit. Dolar NZ tidak berisiko banyak karena ekspor mereka ke Cina lebih tangguh.
Hal ini bukanlah hal yang kita tidak ketahui samasekali, meskipun demikian suatu ringkasan dari resiko yang ada sekarang ini akan tetap berguna.
Lebih banyak mengenai resiko dari Cina sebagaimana yang di jelaskan oleh FXStreet adalah sebagai berikut:
  • Cina sedang mengalami pengurangan kredit dengan pemerintah berusaha mengontrol booming leverage pasca Lehman yang telah mendorong naik persentase kredit terhadap GDP ke level yang berisiko diatas 180% (dan masih terus naik)
  • Pertumbuhan yang melambat sudah hampir tidak bisa dihindarkan sebagai akibat dari proses ini, dan krisis kredit lebih banyak adalah sebuah skenario resiko yang mengakui sulitnya memanage usaha deleveraging dengan mulus di setiap kuartal.
  • Dengan adanya kemungkinan hasil pertumbuhan yang lebih buruk dari target resmi 7.5% atau pandangan consensus secara kasar sekitar 7%, usaha untuk mengadakan perlindungan nilai adalah satu hal yang sangat jelas: menjual matauang yang memiliki exposure perdagangan yang signifikan terhadap Cina, khususnya jika naiknya tingkat bunga AS sudah menjadi kecenderungan bagi dolar AS versus matauang utama lainnya.
  • Menjual AUD dan matauang Asia Tenggara adalah pilihan yang jelas. Menjual NZD adalah tidak terlalu jelas, karena ekspor mereka ke Cina (susu) telah terbukti lebih tangguh menghadapi penurunan dalam kegiatan industri di Cina. (ja/JA/vbn)

Rabu, 29 Januari 2014

Kurs Sterling Hari Ini, Ungguli Yen

Poundsterling Inggris pada hari ini (Selasa, 29 Januari 2014, 03:22:53 GMT) bergerak menguat terhadap mata uang utama Yen Jepang. Harga pembukaan berada pada 170.62 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah naik sekitar + 34 pips atau sekitar + 0.19 % dan nilai bergulir terpantau berada di 170.96.
Nationwide Building Society dijadwalkan akan mengumumkan data terkini pada sektor perumahan di Inggris. Terhadap data yang akan dirilis ini, sejumlah ekonom menduga adanya perkembangan yang cukup menggembirakan.
Indikator fundamental ekonomi Nationwide HPI m/m diduga akan menggambarkan pertumbuhan dan diharapkan dapat menunjukkan ekspansi 0.7%, kendati sedikit melambat dari nilai pada periode sebelumnya yang dapat mencapai 1.4%. Poundsterling Inggris terpantau bergerak naik merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal GBPJPY pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 168.47 dan level resistance pada kisaran 172.01.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair GBPJPY ini beradapada Channeling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase akhir fase konsolidasi
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair GBPJPY ini berada pada pola Rising Wedges Break Down. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan nampak berada pada fase akhir pola bearish.

Analisis Fundamental Dollar AS, Perkuat Rebound

Indeks Dollar AS pada hari ini (Rabu, 29 Januari 2014, 03:41:38 GMT) bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama. Harga pembukaan berada pada 80.56 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah naik sekitar 10 pips atau sekitar 0.12 % dan nilai bergulir terpantau berada di 80.66.
Federal Reserve (bank sentral AS) dijadwalkan akan mengumumkan keputusan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan melaksanakan pertemuan untuk menentukan arah kebijakan moneter di Amerika Serikat.
Indikator fundamental ekonomi Federal Funds Rate diduga masih akan ditahan di angka <0.25% sama seperti nilai pada periode sebelumnya, namun pasar menduga bahwa kebijakan stimulus moneter negara ini akan semakin dikurangi (tapering).
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal indeks Dollar AS pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 80.28 dan level resistance pada kisaran 80.81.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , indeks Dollar AS berada pola Descending Triangle. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase pembentukan bullish baru.
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa indeks Dollar AS berada pada pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase tengah bullish minor.

(IY/JA/vbn)

Selasa, 28 Januari 2014

AS Seminggu ke Depan

Menurut Credit Agricole melalui eFXnews, AS seminggu kedepan adalah seperti dibawah ini:
Durable goods order kemungkinan naik 3.5% di Desember dengan kontribusi yang besar berasal dari order transportasi. Diluar transportasi, diperkirakan durable goods orders naik ke 0.8%.
Diperkirakan indeks keyakinan konsumen di bulan Januari masih terus menurun 0.6 poin menjadi 77.5
Fed diperkirakan akan memangkas 10 miliar USD dari pembelian asset bulanan
Highlights pertumbuhan GDP kuartal keempat di perkirakan di 3.6% kecepatan tahunan vs kenaikan 4.01% di kuartal ke3
Personal Income kemungkinan bertambah dibulan November bersamaan dengan pertambahan 0.4% di belanja Personal
Diperkirakan survey consumer sentiment oleh University of Michigan untuk angka final dibulan Januari tetap tidak mengalami perubahan di 80.5. (ja/JA/vbn)

Aussie Lanjutkan Kenaikan Didorong Aksi Bargain Hunting

Mata uang aussie melanjutkan peningkatan untuk dua hari berturut-turut pada perdagangan Selasa pagi ini (28/01). Mata uang asal Australia tersebut mengalami peningkatan harian terbesar dalam dua minggu pada perdagangan kemarin. Hari ini aussie masih melanjutkan pola menguat tersebut didukung oleh spekulasi bahwa penurunan yang sebelumnya terjadi sudah terlalu berlebihan.
Aussie bergerak rebound dari posisi paling rendah dalam 3.5 tahun belakangan yang dicapainya pada perdagangan hari Jumat lalu. Indikator teknikal sudah menunjukkan bahwa mata uang ini mengalami oversold sehingga memberikan kesempatan para investor untuk melakukan bargain hunting aussie.
Hari ini nilai tukar aussie terpantau berada pada posisi 0.8758 dollar AS. Posisi aussie tersebut mengalami peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi yang ada di level 0.8739 dollar. Pada perdagangan hari ini aussie berada pada posisi paling tinggi sejak Jumat lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar aussie terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan pergerakan menguatnya. Untuk hari ini nilai tukar mata uang tersebut diperkirakan akan bergerak pada kisaran 0.8720 – 0.8800 dollar AS.
(ia/JA/vbn)

Senin, 27 Januari 2014

Kurs Euro Hari Ini, Indeks Kurs Lanjutkan Rebound

Euro pada hari ini (Senin, 27 Januari 2014, 03:07:56 GMT) bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama. Harga pembukaan berada pada 110.63 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah naik sekitar 14 pips atau sekitar 0.12% dan nilai bergulir terpantau berada di 110.77.
Ifo Institute for Economic Research dijadwalkan akan mengumumkan data terkini mengenai hasil survey lembaga riset tersebut terhadap sektor manufaktur, pengembang, pedagang besar dan kecil, yang dapat memberikan gambaran mengenai iklim bisnis di Jerman
Indikator fundamental ekonomi German Ifo Business Climate diduga akan menggambarkan kondisi yang menggembirakan dan diharapkan dapat meningkat ke angka 110.2 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 109.5. Indeks Euro terpantau bergerak positif merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental harian kurs Euro bahwa range normal indeks kurs Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 110.28 dan level resistance pada kisaran 111.06.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , indeks kurs Euro berada pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum dan volatilitas yang stabil berada pada fase tengah bearish.
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa indeks kurs Euro telah membentuk Falling Wedges. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan momentum dan memasuki fase tengah bearish minor.
 (IY/JA/vbn)