FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

Kamis, 12 Desember 2013

Yen Bergerak Melemah Sedikit, Potensi Menguat Masih Cukup Kuat

Mata uang yen Jepang tampak bergerak retreat terbatas pada sesi perdagangan Kamis pagi ini terhadap dollar AS (12/12). Yen yang menguat untuk dua hari berturut-turut hingga perdagangan kemarin, pagi ini tampak mengalami koreksi. Para pelaku pasar menghentikan aksi jual dollar untuk yen di tengah kekhawatiran mengenai kemungkinan tapering dalam waktu dekat. Saat ini para pelaku pasar masih fokus kepada hasil pertemuan Fed yang akan dilakukan tanggal 17 – 18 Desember mendatang.
Melemahnya yen hari ini terjadi di tengah kondisi dollar AS yang sedang relatif terangkat. Mata uang AS tersebut menguat di tengah spekulasi bahwa persetujuan anggaran di Amerika Serikat akan mendorong prospek tapering Fed dengan lebih cepat.
Meskipun demikian retreat yang dialami oleh yen hari ini tampaknya masih belum bisa dikatakan berkesinambungan. Mata uang Jepang tersebut masih dibayangi oleh kemungkinan kembali menguat.
Hari ini yen terpantau berada pada posisi 102.52 per dollar AS. Posisi yen mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 102.42 per dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang yen terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pergerakan yang melemah terbatas, dengan kemungkinan kembali terjadinya kenaikan. Untuk hari ini mata uang yen diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 102.20 – 102.80 per dollar AS.
Workshop SIMPRO

Poundsterling Melemah Lagi Akibat Sinyal Melambatnya Inflasi di Inggris

Pada perdagangan hari ini mata uang poundsterling terpantau masih melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS (12/12). Mata uang Inggris tersebut tampak melemah tajam pada perdagangan tadi malam didorong oleh pernyataan salah satu petinggi BOE Martin Weale bahwa ada penurunan inflasi yang “tajam dan tidak terduga” sejak musim panas lalu.
Poundsterling mengalami depresiasi tajam terhadap dollar AS kemarin dan masih berlanjut hingga hari ini. Weale menyatakan kepada National Institute of Economic and Social Research bahwa melambatnya inflasi berarti berkurangnya kemungkinan bahwa bank sentral akan membatalkan kebijakan arahan forward-nya dalam waktu dekat.
Hari ini nilai tukar poundsterling terpantau berada di posisi 1.6361 dollar AS. Mata uang poundsterling tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi yang ada di level 1.6377 dollar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang poundsterling terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pergerakan yang masih  melemah terbatas. Untuk hari ini mata uang Inggris ini diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1.6330 – 1.6400 dollar AS.
(ia/JA/vbn)                                                        
Workshop SIMPRO

Indeks Euro Lanjutkan Pergerakan Naik

Pergerakan indeks Euro hari ini (Kamis, 12 Desember 2013, 08:06:37 GMT) terpantau naik, dan mata uang tersebut terpantau menekan mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 111.91 di awal perdagangan (00.00 GMT). Indeks Euro naik sekitar + 8 pips atau sekitar+ 0.07 % dan nilai bergulir terpantau berada pada 111.99.
Indeks Euro terpantau menerima sentimen positif dari investor, setelah baru saja INSEE (Perancis) menyampaikan kepada publik bahwa terdapat kinerja membaik pada sektor konsumsi di negara ini pada bulan November.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental ekonomi French CPI m/m yang naik ke angka 0.0% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -0.1%. Adanya pengumuman positif tersebut menunjukkan kinerja yang sedikit lebih rendah dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 0.1%. Mata uang Euro terpantau bergerak naik tipis merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal indeks Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 111.22 dan level resistance pada kisaran 112.24.
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Forex Harian Dollar AS, Turun Tipis Dalam Tekanan

Pada pergerakan forex sesi Eropa hari ini (Kamis, 12 Desember 2013, 08:14:39 GMT), Dollar AS secara umum menunjukkan pergerakan turun terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 79.88 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah turun sekitar -1 pips atau sekitar -0.01 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 79.87.
Menjelang laporan dari Department of Labor (AS) yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai jumlah penduduk Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran, Dollar AS tampak mulai bergerak turun . Sejumlah ekonom menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.
Sejumlah ekonom memperkirakan bahwa indikator Unemployment Claims dapat menunjukkan pertanda yang kurang menggembirakan dan diduga dapat naik ke angka 321K dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 298K. Mata uang Dollar AS terpantau bergerak turun merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal indeks Dollar AS pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 79.69 dan level resistance pada kisaran 80.11.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , indeks Dollar AS berada pola Descending Triangle. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase pembentukan bullish baru.
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa indeks Dollar AS berada pada Falling Wedges. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase akhir bearish minor.
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Kurs Sterling Hari Ini, Pertahankan Tekanan Terhadap Yen

Setelah pada perdagangan kemarin bergerak turun Poundsterling Inggris pada hari ini (Kamis, 12 Desember 2013, 08:21:14 GMT) nampak berbalik menguat terhadap mata uang utama Yen Jepang. Pair GBPJPY dibuka pada 167.69 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah mendesak mata uang utama lainnya sekitar + 86 pips atau sekitar + 0.51 % dan nilai bergulir tampak berada di kisaran 168.55.
Mata uang Poundsterling Inggris terpantau bergerak positif menjelang pengumuman The Conference Board Inc. mengenai perkembangan terakhir pada ekonomi Inggris .Sejumlah ekonom mengharapkan adanya perkembangan yang cukup baik pada sektor ini.
Indikator fundamental ekonomi CB Leading Index m/m diperkirakan akan menunjukkan kinerja yang baik dan indikator diestimasi dapat meningkat dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 1.5%. Poundsterling Inggris terpantau bergerak menguat merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal Sterling-Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 166.79 dan level resistance pada kisaran 169.32.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair GBPJPY ini beradapada Channeling Up ditinjau sejak pertengahan tahun lalu. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase akhir fase konsolidasi
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair GBPJPY ini berada pada pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan nampak berada pada fase akhir pola bullish.
Workshop SIMPRO

Rabu, 11 Desember 2013

Dollar Kanada Menguat 4 Hari Berturut-turut terhadap Dollar AS Didukung Kenaikan Harga Komoditas

Pada sesi perdagangan hari ini mata uang dollar Kanada atau biasa disebut loonie tampak mengalami peningkatan untuk empat hari berturut-turut (11/12). Kenaikan mata uang Kanada tersebut merupakan fase peningkatan terpanjang sejak bulan September lalu. Menguatnya loonie didorong oleh kenaikan harga komoditas minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam enam minggu dan menjadi pimpinan kenaikan harga-harga komoditas lainnya.
Kanada merupakan negara yang ekonominya bergantung erat kepada kinerja ekspor komoditas. Komoditas unggulan dari negara ini adalah minyak mentah sehingga menguatnya harga minyak mentah mendorong kenaikan mata uang dari negara tersebut.
Mata uang dollar Kanada sempat mengalami penurunan tajam hingga mencapai posisi paling rendah dalam tiga tahun belakangan terhadap dollar AS pada perdagangan pekan lalu. Anjloknya loonie terjadi setelah Bank of Canada memperingatkan bahwa inflasi di negara tersebut berada jauh di bawah target kisaran terendahnya. Ini menimbulkan ekspektasi bahwa suku bunga acuan masih akan dipertahankan di level rendah.
Pada perdagangan hari ini loonie terpantau berada pada posisi 1.0604 per dollar AS. Posisi tersebut nyaris stagnan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.0602 per dollar. Kemarin loonie menguat ke level 1.0601 per dollar yang merupakan posisi tertinggi sejak tanggal 29 November yang lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar dollar Kanada terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikannya. Untuk hari ini mata uang Kanada diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1.0580 – 1.0640 per dollar AS.
(ia/JA/vbn)           

Workshop SIMPRO
 

Klik Our Website :

www.vibizlearning.com
www.forexacademy.co.id                                             

Yen Menguat 2 Hari Berturut-turut Setelah Capai 6.5 Bulan Terendah

Nilai tukar yen Jepang terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini terpantau kembali mengalami penguatan (11/12). Mata uang Jepang tersebut menguat untuk dua hari berturut-turut terhadap dollar setelah pada perdagangan kemarin sempat mengalami penurunan tajam hingga mencapai posisi paling rendah dalam 6.5 bulan belakangan.
Mata uang yen Jepang tampak menguat setelah capai level 103 per dollar. Menguatnya yen ini disebabkan oleh kekhawatiran mengenai terus turunnya rating popularitas Shinzo Abe. Dalam setahun belakangan yen telah mengalami penurunan sebesar 19 persen.
Perdana Menteri Shinzo Abe berupaya untuk merevitalisasi ekonomi Jepang melalui program pelonggaran moneter dan fiskal serta reformasi secara structural. Akan tetapi saat ini rating persetujuan terhadap pemerintahan Abe tersebut melorot ke bawah 50 persen sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa kelanjutan program-program Abe tersebut tidak akan terlaksana sesuai rencana.
Hari ini mata uang yen Jepang terpantau mengalami kenaikan ke posisi 102.69 per dollar AS. Posisi yen tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi yang ada di level 102.84 per dollar. Kemarin yen tampak sempat mengalami penurunan hingga mencapai posisi 103.39 per dollar yang merupakan posisi paling rendah sejak Mei 2013 yang lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar yen Jepang terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikannya. Untuk hari ini yen diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 102.30 – 103.00 per dollar AS.
(ia/JA/vbn)                                                        
Workshop SIMPRO