FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

Jumat, 04 Juli 2014

Analisis Fundamental Euro, Bergerak Melemah

Euro pada hari ini (02:44:28 GMT,Jum’at, 4 Juli 2014) bergerak melemah terhadap mata uang utama lainnya, Yen Jepang. Harga pembukaan berada pada 139.06 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah turun sekitar -11 pips atau sekitar -0.08 % dan nilai bergulir terpantau berada di 138.95.
Destatis dijadwalkan akan mengumumkan data terkini mengenai sektor produksi pabrikasi di Jerman . Sejumlah ekonom menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.
Indikator fundamental ekonomi German Factory Orders m/m diduga akan menunjukkan pertanda negatif dan diperkirakan dapat turun ke angka – 0.8% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 3.1%. Euro terpantau bergerak turun merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal mata uang Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 138.64 dan level resistance pada kisaran 139.38.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , mata uang Euro berada pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum dan volatilitas yang stabil berada pada fase pertengahan bullish.
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa kurs Euro berada pada pola Descending Triangle Break Up.
Indikator-indikator teknikal menunjukkan fase tengah bullish (minor) .

Indeks Euro Beringsut Turun

Euro pada hari ini ( 04 Juli ) melemah terhadap mata uang utama lainnya. Dibuka pada 109.38 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah turun sekitar – 7 pips atau sekitar -0.06 % dan nilai bergulir tampak berada pada kisaran 109.31.
Sentimen negatif terhadap mata uang Euro nampak menguat setelah bank sentral Eropa mengumumkan untuk tetap menahan suku bunga acuan di tingkat yang rendah. Dilaporkan bahwa indikator Minimum Bid Rate tetap berada di angka 0.15%, sama seperti sebelumnya.
Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi menegaskan bahwa kebijakan suku bunga rendah ini akan dipertahankan dalam kurun waktu yang lebih lama. Hal tersebut diyakini akan memberikan situasi moneter yang akomodatif bagi tantangan ekonomi yang dihadapi.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal indeks Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 109.22 dan level resistance pada kisaran 109.61.

Kamis, 03 Juli 2014

Indeks Euro Bergerak Turun

Pergerakan indeks Euro dini hari ini ( 03 Juli ) terpantau turun, dan mata uang tersebut terpantau terdesak mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 109.50 di awal perdagangan (00.00 GMT) sekitar -11 pips atau sekitar -0.10 %. Nilai bergulir terpantau berada pada 109.39.
Indeks Euro terpantau menerima sentimen negatif dari investor, setelah Eurostat menyampaikan kepada publik bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan ekonomi Euro masih tumbuh dalam tingkat yang rendah.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan masih rendahnya indikator fundamental ekonomi Final GDP q/q terkini yaitu 0.2%, sama dengan nilai periode lalu yaitu 0.2%. Laporan tersebut menunjukkan kinerja yang sesuai dengan estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan tetap di angka 0.2%. Indeks mata uang Euro terpantau bergerak turun merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal indeks Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 109.39 dan level resistance pada kisaran 109.63.

5 Kejutan yang Bisa Menggagalkan Kenaikkan Tingkat Bunga

Matthew Lynn jurnalis keuangan dari London membahas mengenai hal-hal yang bisa membuat kenaikan tingkat bunga tidak menjadi kenyataan.
Kelihatan jelas pada suatu saat dalam enam sampai sembilan bulan kedepan bank sentral Inggris dan AS akan mulai menaikkan tingkat bunga mereka.
Di Inggris, gubernur Bank of England, Mark Carney, telah menyarankan agar tingkat bunga dinaikkan pada saat musim gugur tiba. Di AS spekulasinya di musim semi kemungkinan ketua Federal Reserve Janet Yellen mulai menaikkan tingkat bunga kembali.
Tidak sulit untuk mengerti kenapa. Ekonomi kedua negara sedang bertumbuh lagi pada level yang cukup baik. Lapangan pekerjaan banyak terbuka. Harga-harga rumah sedang naik, terutama di Inggris. Meskipun masih banyak tantangan tetapi tidak mungkin menahan lebih lama tingkat bunga dalam posisi terendah dalam 300 tahun.
 Meskipun demikian, pasar salah kalau mengasumsikan tingkat bunga pasti akan naik, sekalipun itu adalah jelas rencana sekarang ini. Mengapa? Karena paling tidak ada 5 kejutan yang bisa menggagalkan kenaikan tingkat bunga dari sekarang sampai musim gugur nanti.
Masalahnya adalah banyak hal bisa terjadi dari sekarang sampai musim gugur nanti, dan bahkan lebih lagi sebelum musim semi. Kenyataannya, baik Carney maupun Yellen tidak ada satupun yang tahu bagaimana ekonomi global akan menjadi dalam enam bulan atau setahun yang akan datang.
Apa saja hal yang bisa terjadi dari sekarang sampai musim gugur yang akan datang?
Pertama, krisis geopolitik. Pertentangan antara Rusia dan Ukarine tetap ada meskipun sudah tidak mendominasi sebagai judul utama lagi. Irak sedang berjalan menuju perang saudara yang bisa menyeret Turki dan Iran sebagai polisi globalnya. Dan masih banyak potensi perang kecil disana-sini dari negara bagian yang tidak stabil. Sebagaimana perang dunia pertama mengingatkan kita, perang-perang kecil bisa dengan mudah berubah menjadi perang besar yang akan bisa membuat ekonomi global jatuh terjerembab lagi. Dan ini akan membuat pembicaraan mengenai kenaikan tingkat bunga menjadi tidak berarti.
 Kedua, deflasi yang meluas. Tidak ada seorangpun yang berpikir bahwa inflasi akan bisa terjadi hanya disatu negara saja. Demikian juga halnya dengan deflasi.  Zona Euro yang tetap merupakan blok ekonomi terbesar dunia sedang meluncur tanpa dapat ditahan dalam kejatuhan harga-harga. Data inflasi yang dirilis pada hari Senin menunjukkan harga-harga naik hanya 0.5%, jauh dibawah target. Ini bisa merembet ke benua lainnya. Tidak ada bank sentral yang mau menaikkan tingkat bunga pada saat harga sedang turun.
Ketiga, kejatuhan pasar saham. Orang bisa berdebat mengenai apakah harga saham sudah overvalued dalam tingkat yang berbahaya atau baru akan mulai memasuki periode bullish yang akan menyaingi periode 1980 dan 1990 an. Yang jelas adalah harga saham telah naik dalam waktu yang terlama sejak perang, meskipun masih bisa saja naik 20% atau 30% lagi tetapi koreksi pasti akan terjadi secara mengejutkan seperti hujan datangnya. Jika pasar saham jatuh sudah pasti bank sentral akan menunda kenaikan tingkat bunga sampai badai berlalu.
Keempat, krisis keuangan. Tidak ada yang menaruh perhatian terhadap Bulgaria, karena tidak terlalu banyak mempengaruhi ekonomi global. Tetapi apa yang terjadi disana mengingatkan kita bahwa sistem keuangan masih rentan terhadap goncangan seperti yang terjadi di tahun 2007 dan 2008. Tingkat leverage di banyak perusahaan sudah kembali ke level yang sama seperti sebelum terjadi crash terakhir.
Kelima, kehancuran politik. Di Inggris, pemerintahan koalisi bisa dengan mudah terpecah dalam pemilihan umum ditahun 2015 yang akan datang. Di AS politik relative lebih stabil tetapi itu tidak berarti kenaikan tingkat bunga pasti terjadi. Poin utamanya adalah baik Carney maupun Yellen tidak akan tahu bagaimana dunia akan menjadi pada saat musim gugur atau semi nanti lebih dari kita.
Tingkat bunga akan naik satu saat kelak, ketika keadaan memintanya. Tetapi setiap usaha untuk meramalkan kapan akan terjadinya adalah mustahil – terlalu banyak hal bisa terjadi dimasa yang akan datang yang bisa membuyarkan rencana semula.

Rabu, 02 Juli 2014

Aussie Melempem Imbas Pembengkakan Defisit Perdagangan Mei

Mata uang aussie mengalami penurunan yang signifikan terhadap dollar AS pada perdagangan di Asia hari ini (1/7). Mata uang Australia tersebut melempem setelah rilis data menunjukkan bahwa neraca perdagangan di bulan Mei di negara tersebut mengalami pembengkakan defisit yang signifikan.
Dalam rilis data teranyar, neraca perdagangan di bulan Mei lalu mengalami defisit sebesar 1.91 miliar dollar Australia (dengan penyesuaian musiman). Tingkat defisit ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan defisit perdagangan yang telah mengalami penyesuaian musiman pada bulan April sebelumnya yang berada di level 1.13 miliar dollar.
Hari ini aussie terpantau berada di posisi 0.9463 dollar AS. Mata uang Australia tersebut mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan posisi penutupan dini hari tadi yang ada di posisi 0.9497 dollar AS. Hari ini aussie sempat bergerak melemah hingga ke posisi harian terendah di level 0.9459 dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa nilai tukar aussie terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan mengalami pergerakan yang cenderung melemah. Tekanan jual terhadap mata uang tersebut terjadi meskipun di tengah kondisi bursa saham Asia yang sedang menguat. Diperkirakan aussie akan mengalami pergerakan pada kisaran 0.9420 – 0.9500 dollar AS.

Selasa, 01 Juli 2014

Dollar AS Rebound Tipis Dalam Pola Tertekan

Dollar AS dini hari ini ( 01 Juli ) menguat setelah dibuka di 1.06649 pada awal perdagangan (00.00 GMT) dan telah naik sangat tipis sekitar 3 pips atau sekitar 0.03 %. Nilai bergulir tampak berada pada 1.0668.
Sentimen positif terhadap Dollar AS nampak menguat setelah National Association of Realtors mengumumkan kepada publik bahwa sektor perumahan di Amerika Serikat mengalami kenaikan kinerja.
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan peningkatan pada indikator fundamental ekonomi Pending Home Sales m/m yang menguat 6.1% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.5%. Kenaikan tersebut menunjukkan performa yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan naik ke angka 1.4%. Dollar AS terpantau bergerak rebound tipis merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar Kanada bahwa range normal USDCAD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.0651 dan level resistance pada kisaran 1.0687

Indeks Euro Naik Lanjutkan Rally

Pergerakan indeks Euro hari ini ( 01 Juli ) terpantau naik, dan mata uang tersebut terpantau menekan mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 109.53 di awal perdagangan (00.00 GMT), Euro naik sekitar + 9 pips atau sekitar + 0.08 % dan nilai bergulir terpantau berada pada 109.62.
Terkait dengan hal ini kantor statistik Uni Eropa, Eurostat, menyampaikan bahwa terdapat sinyal positif pada kinerja di sektor konsumsi kendati tidak terlalu kuat. Indeks harga konsumen terutama untuk barang-barang inti dilaporkan mengalami kenaikan pertumbuhan.
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan peningkatan pada indikator ekonomi Core CPI Flash Estimate y/y yang naik ke angka 0.8% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.7%. Informasi yang menggembirakan tersebut menunjukkan performa yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan tetap di angka 0.7%.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal indeks Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 109.25 dan level resistance pada kisaran 109.71.