FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

Selasa, 06 Mei 2014

RBA Pertahankan Suku Bunga, Aussie Tergerus

Mata uang dollar Australia terpantau mengalami retreat setelah RBA mengeluarkan pengumuman kebijakan moneter dan penetapan suku bunga acuannya (6/5). RBA mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 2.5 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Dalam pernyataannya bank sentral Australia menyatakan kekhawatirannya mengenai aussie yang dinilai masih terlalu tinggi. RBA menambahkan bahwa ekonomi Australia sudah masuk ke dalam kondisi yang stabil dari sisi suku bunga dan pemulihan di pasar tenaga kerja juga sudah mulai tampak.
Kekhawatiran RBA mengenai masih terlalu tingginya nilai tukar aussie membawa mata uang tersebut melemah. Saat ini aussie berada pada posisi 0.9275 dollar AS, tampak nyaris flat dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 0.9274 dollar AS.
Mata uang aussie pagi ini sempat mengalami kenaikan hingga mencapai posisi 0.9317 dollar. Posisi harian tertinggi tersebut sekaligus merupakan level paling tinggi sejak tanggal 23 April lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar dollar Australia terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari ini akan cenderung mengalami konsolidasi, dengan kemungkinan melemah. Pada perdagangan hari ini mata uang tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 0.9240 – 0.9320 dollar AS.

Empat Event yang Berisiko Dalam Minggu Ini.

Jika range sempit yang telah mendominasi pasar forex berakhir minggu ini, hal ini dapat terjadi dari empat sumber, yaitu pidato ketua Federal Reserve Yellen di Joint Economic Committee of Congress, meeting ECB, data ekonomi Cina dan konflik di Ukraine Timur.
Masing-masing sumber yang potensial ini memiliki kepentingannya sendiri, tetapi ada satu yang paling menonjol, dalam arti pengaruhnya yang besar terhadap pasar, yaitu meeting ECB. Namun mari kita lihat dulu event yang lainnya.
Pidato Yellen  mengandung sebuah resiko karena pidato didepan Congress bisa menyebabkan salah penyampaian meskipun kecil kemungkinannya.
Data Cina akan banyak keluar minggu ini. Data yang keluar bisa mengubah pikiran para pengamat. Para pejabat terus berjuang mengendalikan ekspansi kredit, yang meskipun pelan tapi kelihatannya cukup kuat. Pertumbuhan ekspor diperkirakan tetap lemah, yang bisa meningkatkan pandangan mengenai lemahnya Yuan.  
Perlu dicatat bahwa impor Cina juga melambat. Hal ini dapat mengakibatkan gelombang yang dahsyat bagi negara-negara yang terus meningkatkan ekspor ke Cina.  
Sementara itu krisis di Ukraine sedang meningkat, dan bagian Timur dari negara tersebut menjadi garis depan dari konflik. Karena situasi belum stabil kemungkinan akan ada sanksi baru oleh AS dan UNI Eropa. Para investor dan pejabat kuatir sanksi tersebut  akan menjadi badai terhadap pemulihan ekonomi Eropa yang rapuh.
ECB bisa memangkas sedikit tingkat reponya sebesar 25 bp. Resikonya adalah kalau ECB tidak melakukan apa-apa dan Draghi bergantung pada janji-janji kosongnya. Bila hal ini terjadi akan sangat menguntungkan bagi Euro.

Aussie Rebound Didukung Surplus Neraca Perdagangan

Mata uang aussie pagi ini tampak mengalami rebound yang cukup baik terhadap dollar AS (6/5). Dollar Australia mengalami kenaikan setelah data neraca perdagangan menunjukkan masih terjadi surplus pada bulan Maret yang lalu, meskipun surplus perdagangan tidak sebesar yang diprediksi. Para investor juga masih menantikan pengumuman penetapan suku bunga acuan oleh bank sentral Australia.
Siang ini RBA akan mengumumkan kebijakan moneter dan menetapkan suku bunga acuan untuk satu bulan ke depan. Diperkirakan bank sentral Australia ini masih akan mempertahankan suku bunga di level paling rendah sepanjang sejarah yaitu 2.5 persen.
Sementara itu pagi ini telah dirilis data neraca perdagangan bulan Maret di Australia yang membukukan surplus sebesar 0.73 miliar aussie. Angka ini turun dibandingkan surplus di bulan Februari yang ada di level 1.26 miliar aussie, juga masih di bawah angka prediksi yaitu 1.10 miliar aussie.
Hari ini aussie terpantau berada pada posisi 0.9290 dollar AS. Mata uang Negeri Kangguru ini menguat dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di level 0.9274 dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang dollar Australia pada sesi perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan kenaikan, meskipun juga akan tergantung pada rilis kebijakan moneter RBA siang nanti. Pada perdagangan hari ini mata uang aussie diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 0.9250 – 0.9320 dollar AS.

Senin, 05 Mei 2014

Outlook Kalender Forex Minggu Ini

Kita telah mengakhiri minggu yang sangat sibuk dengan suatu drama sekitar Non-Farm Payrolls dan meninggalkan ketidakpastian mengenai pergerakan pasar berikutnya. Daftar events untuk minggu yang akan datang meliputi: ISM Non-Manufaktur PMI AS, Neraca Perdagangan, pidato Janet Yell, dan keputusan tingkat bunga Australia, Inggris dan Zona Eropa, dimana akan ada banyak tindakan yang terjadi. Berikut ini adalah outlook dari market mover utama yang menunggu.
  1. ISM Non-Manufacturing PMI AS: Senin, 14:00. Sektor jasa AS mengalami sedikit rebound di bulan Maret diangka 53.1, setelah turun tajam di bulan Februari di 51.6. Sektor jasa AS ini diperkirakan akan melanjutkan kenaikannya menjadi 54.3.
  2. Keputusan Tingkat Bunga Australia: Selasa, 4:30. Diperkirakan tidak akan ada perubahan dalam tingkat bunga yang akan diputuskan oleh The Reserve bank of Australia masih di 2.5%.
  3. Neraca Perdagangan AS: Selasa, 12:30 Defisit perdagangan AS meningkat menjadi $42.3 miliar di bulan Februari mencapai level tertinggi dalam 5 bulan karena turunnya permintaan ekspor AS. Diperkirakan defisit perdagangan AS akan menyempit menjadi $40.1 miliar.
  4. Data employment Selandia Baru: Selasa, 22:45. Pasar tenaga kerja Selandia Baru diperkirakan akan meningkat 0.7% di kuartal pertama sementara tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 5.8% dari sebelumnya 6.0%.
  5. Janet Yellen berpidato: Rabu, 14:00. Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara di Washington D.C. dihadapan Joint Economic Committee of Congress. Menarik untuk mendengar pandangannya mengenai lebih banyak tapering ditengah laporan lapangan pekerjaan baru-baru ini. .
  6. Data employment Australia: Kamis, 1:30. Pasar tenaga kerja Australia diperkirakan akan menambah 9.600 pekerjaan sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan mencapai 5.9%, naik sedikit dari sebelumnya di 5.8%.
  7. Keputusan tingkat bunga Inggris: Kamis, 11:00. BoE diperkirakan akan mempertahankan tingkat bunga dan kebijakan moneternya di tingkat terendah 0.5% ditengah trend pertumbuhan ekonomi yang terus berlangsung.
  8. Keputusan tingkat bunga Zona euro: Kamis, 11:45, The ECB bisa memangkas tingkat pinjaman utama sampai 0.10% dan membuat tingkat bunga deposito menjadi 0% dalam usaha menurunkan nilai euro tanpa menggunakan peralatan yang lebih berat.
  9. Klaim pengangguran AS: Kamis, 12:30. Angka klaim pengangguran AS diperkirakan akan turun menjadi 328.000 dibandingkan dengan minggu lalu di 344.000.
  10. Data employment Kanada: Jumat, 12:30. Pasar tenaga kerja Kanada diperkirakan akan menambah 21.400 pekerjaan, turun dari sebelumnya sebanyak 42.900. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap di 6.9%.
  11. JOLTS Job Openings AS: Jumat, 14:00. The JOLT Job Openings AS diperkirakan akan mencapai 4.21 juta, menambah kenaikan setelah lompat mencapai 4.17 juta tertinggi dalam 6 tahun di bulan Februari.

Aussie Tergerus oleh Lesunya Data dari Australia dan Tiongkok

Mata uang dollar Australia atau biasa disebut aussie tampak mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan Senin pagi ini (5/5). Aussie melempem terhadap dollar AS setelah rilis data dari dalam negeri Australia dan rilis data HSBC Final Manufacturing PMI Tiongkok menunjukkan hasil yang kurang dari ekspektasi.
Hari ini data building approvals di Australia untuk bulan Maret lalu mengalami penurunan sebesar 3.5 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan data building approvals tersebut tidak terduga karena diprediksi sebelumnya akan terjadi kenaikan sebesar 1.3 persen.
Sementara itu data iklan lowongan kerja yang disurvey ANZ untuk bulan April menunjukkan terjadi kenaikan sebesar 2.2 persen.
Dari Tiongkok, rilis data HSBC Final Manufacturing PMI ada di level 48.1 poin. PMI manufaktur final tersebut lebih kecil dibandingkan dengan estimasi yang ada di level 48.4 poin.
Menanggapi data yang kurang memuaskan tersebut aussie pagi ini tampak mengalami penurunan. Mata uang Australia tersebut terseret melemah ke level 0.9264 dollar AS. Aussie mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang ada di level 0.9276 dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang dollar Australia pada sesi perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan penurunannya. Untuk perdagangan hari ini mata uang ini akan mengalami pergerakan pada kisaran 0.9230 – 0.9300 dollar AS.

Jumat, 02 Mei 2014

Indeks Dollar AS Menguat Di Awal Sesi Amerika

Indeks nilai tukar Dollar AS hari ini (14:30:11 GMT, Kamis, 1 Mei 2014) nampak rebound menguat terhadap beberapa mata uang utama. Harga pembukaan berada pada 79.51 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah naik sekitar 4 pips atau sekitar 0.05 % dan nilai bergulir terpantau berada di 79.55.
Sentimen positif terhadap mata uang Dollar AS nampak menguat, setelah Institute for Supply Management menyampaikan bahwa terjadi kenaikan kinerja pada sektor manufaktur di Amerika Serikat.
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator ekonomi ISM Manufacturing PMI yang menguat ke angka 54.9 dari nilai periode lalu yaitu 53.7. Adanya kenaikan tersebut menunjukkan performa yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan naik ke angka 54.3. Dollar AS terpantau bergerak positif merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal indeks Dollar AS pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 79.32 dan level resistance pada kisaran 79.82.

Nilai Kurs Dollar AS Naik Terbatas

ada pergerakan forex dini hari ini ( 02 Mei ), Dollar AS secara umum menunjukkan pergerakan naik terhadap Yen Jepang setelah dibuka pada 102.21 di awal perdagangan (00.00 GMT). Nilai mata uang tersebut telah menguat sekitar 9 pips atau sekitar 0.09 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 102.30.
Sentimen positif terhadap mata uang Dollar AS nampak menguat, setelah Institute for Supply Management menyampaikan bahwa terjadi kenaikan kinerja pada sektor manufaktur di Amerika Serikat.
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator ekonomi ISM Manufacturing PMI yang menguat ke angka 54.9 dari nilai periode lalu yaitu 53.7. Adanya kenaikan tersebut menunjukkan performa yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan naik ke angka 54.3. Dollar AS terpantau bergerak positif merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal Dollar/Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 101.89 dan level resistance pada kisaran 102.65.