FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

Kamis, 19 Desember 2013

Rebound Kuat, Sterling Melejit Naik

Pergerakan kurs Pound sterling Inggris pada perdagangan forex hari ini (Rabu, 18 Desember 2013, 09:58:47 GMT) terpantau menunjukkan pergerakan naik . Mata uang tersebut dibuka di kisaran 1.6264 di awal perdagangan (00.00 GMT) kemudian menguat sekitar + 95 pips atau sekitar + 0.58 % dan nilai bergulir terpantau berada di kisaran 1.6359.
Kurs Pound sterling Inggris terpantau menerima sentimen positif dari investor, setelah baru saja Office for National Statistics (kantor statistik Inggris) menyampaikan kepada publik bahwa tingkat pengangguran di negara ini mengalami penurunan dan merupakan sinyal positif yang sangat menggembirakan.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan adanya penurunan pada indikator fundamental ekonomi Unemployment Rate yang turun ke angka 7.4% dari nilai periode lalu yaitu 7.6%. Adanya laporan positif tersebut menunjukkan kinerja yang lebih baik dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan tetap di angka 7.6%. Mata uang kurs Pound sterling Inggris terpantau bergerak naik merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal pair GBPUSD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.6207 dan level resistance pada kisaran 1.6336.
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Euro Melemah, Tekanan Semakin Menguat

Pergerakan Euro hari ini (Rabu, 18 Desember 2013, 10:04:41 GMT) terpantau turun, dan mata uang tersebut terpantau terdesak Dollar AS setelah dibuka pada 1.3767 di awal perdagangan (00.00 GMT) sekitar -17 pips atau sekitar -0.12 %. Nilai bergulir terpantau berada pada 1.375.
Euro terpantau menerima sentimen negatif dari investor, setelah baru saja Ifo Institute for Economic Research menyampaikan kepada publik bahwa iklim bisnis di Jerman mengalami peningkatan namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan ekspektasi pasar.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan adanya kenaikan tipis pada indikator fundamental ekonomi German Ifo Business Climate ke angka 109.5 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 109.3. Pengumuman tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 109.7. Mata uang Euro terpantau bergerak melemah merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa rentang normal pergerakan Euro/Dollar pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.3729 dan level resistance pada kisaran 1.3802.
Workshop SIMPRO

Taper atau Tidak; the Fed Tidak Akan Mengakhiri QE

Ketika the Federal Reserve mengumumkan gerakan berikutnya pada hari Rabu, sebagian memperkirakan akan terjadi pengurangan dalam program pembelian obligasi bulanan $85 miliar, yang mentargetkan penghentian terhadap quantitative easing pada akhir dari 2014. Sebagian lagi memperkirakan the Fed mulai mengurangi programnya pada awal dari 2014, atau mengakhirinya pada 2015. Tetapi Marc Faber memiliki pandangan yang samasekali berbeda, sebagaimana yang di sebutkan dalam percakapan dengan Jackie De Angelis dari CNBC.
“The Fed tidak akan mengakhiri QE untuk kebaikan,” kata editor dan publisher dari Gloom, Boom & Doom ke CNBC. “Mereka akan terus melanjutkan karena program ini sekali diluncurkan, biasanya akan terus berjalan.”
Ekspektasi terhadap pertemuan the Fed tersebut bercampur aduk, tetapi lebih dari 50% dari Wall Street memperkirakan the Fed akan melakukan tapering terhadap program QE nya, kalau tidak pada bulan Desember maka pada bulan Januari, menurut survey dari CNBC. Dengan membaiknya data ekonomi banyak investor menebak bahwa the Fed tidak lagi memandang QE sebagai sesuatu yang vital seperti sebelumnya.
Tetapi Faber mengatakan waktu – waktu yang baik tidak akan bisa berlangsung terus selamanya.
“Pemulihan ekonomi, atau yang disebut sebagai recovery, pada bulan Juni tahun depan, akan menjadi pemulihan tahun yang kelima,” kata Faber. “Jadi pada tahapan tertentu ekonomi akan melemah lagi, dan pada saat itu, the Fed akan berkata, “ Baiklah kita belum cukup melakukannya, kita harus melakukan lebih lagi.”
“The Federal Reserve – semuanya – bisa duduk di drum dinamit dan lalu menuangkan minyak keatasnya dan kemudian menyalakan rokok dengan korek api, melemparkan korek api ke dalam minyak, dan tidak pernah merasakan ada bahaya di dalamnya,” kata Faber. “Itulah kondisi pikiran para professor di the Fed, yang tidak pernah melakukan pekerjaan sebagai businessman barang seharipun.”
Dan sementara Faber sesungguhnya percaya bahwa pengurangan di dalam QE bisa terjadi, dia tidak menganggap itu sebagai benar-benar suatu tapering, sebagaimana yang dia katakan hal itu akan tidak ada artinya apa-apa, hanya suatu tindakan satu kali yang pada akhirnya akan di putarbalikkan kembali begitu ekonomi memburuk lagi.
“Mereka bisa saja melakukan penyesuaian buatan, tetapi dalam pandangan saya, dalam beberapa tahun, pembelian assets akan menjadi jauh lebih besar daripada hari ini,” kata Faber. (ja/JA/vbn)

The Fed Lakukan Tapering, Dollar AS Naik

Pada pergerakan forex sesi Amerika dini hari ini ( 19 Desember ), Dollar AS secara umum menunjukkan pergerakan naik terhadap Yen Jepang setelah dibuka pada 102.66 di awal perdagangan (00.00 GMT). Kurs mata uang tersebut telah menguat sekitar 73 pips atau sekitar 0.71 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 103.39.
Sentimen positif terhadap Dollar AS nampak menguat setelah The Fed mengumumkan bahwa bank sentral AS ini melakukan tapering, yaitu memulai program pengurangan stimulus moneter di negara ini. Kebijakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa terdapat sinyal membaiknya ekonomi AS secara cukup meyakinkan.
Pimpinan The Fed Ben S. Bernanke yang akan segera mengakhiri jabatannya tersebut, mengumumkan keputusan untuk mengurangi jumlah program kepemilikan obligasi menjadi 75 milyar USD per bulan, dari 85 milyar USD per bulan, dan akan efektif dilakukan pada Januari mendatang.
Dalam pernyataannya , Federal Open Market Committee mengemukakan bahwa terjadinya perbaikan kumulatif terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pada outlook pasar tenaga kerja di AS, memberikan suatu tanda perlunya The Fed untuk sedikit mengurangi program pembelian aset yang merupakan bagian dari kebijakan moneter longgar. Namun demikian suku bunga acuan masih ditahan di level terendah yaitu di angka 0 – 0.25%.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal Dollar/Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 102.35 dan level resistance pada kisaran 103.14.
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Rabu, 18 Desember 2013

Analisis Fundamental Dollar AS, Turun Terbatas

Setelah pada perdagangan kemarin bergerak turun, Dollar AS pada hari ini (Selasa, 17 Desember 2013, 09:31:22 GMT) melemah terhadap mata uang utama Yen Jepang. Dibuka pada 103.02 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah melemah sekitar – 8 pips atau sekitar -0.08 % dan nilai bergulir tampak berada di kisaran 102.94.
Mata uang Dollar AS terpantau bergerak negatif menjelang pengumuman Bureau of Economic Analysis (AS) mengenai perkembangan terakhir pada perdagangan internasional. Sejumlah ekonom menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.
Indikator fundamental ekonomi Current Account diperkirakan akan menandai kondisi negatif dan diduga dapat turun ke angka -101B dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -99B. Dollar AS terpantau bergerak terdepresiasi merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal Dollar-Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 102.67 dan level resistance pada kisaran 103.31.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair USDJPY ini berada pola triangle dan cenderung bergerak konsolidasi. Indikator-indikator teknikal menunjukkan perlambatan momentum dan memasuki fase konsolidasi setelah berakhirnya fase bullish.
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair USDJPY ini bergerak pada pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase tengah pola bullish
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Analisis Fundamental Dollar AS, Turun Terbatas

Setelah pada perdagangan kemarin bergerak turun, Dollar AS pada hari ini (Selasa, 17 Desember 2013, 09:31:22 GMT) melemah terhadap mata uang utama Yen Jepang. Dibuka pada 103.02 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah melemah sekitar – 8 pips atau sekitar -0.08 % dan nilai bergulir tampak berada di kisaran 102.94.
Mata uang Dollar AS terpantau bergerak negatif menjelang pengumuman Bureau of Economic Analysis (AS) mengenai perkembangan terakhir pada perdagangan internasional. Sejumlah ekonom menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.
Indikator fundamental ekonomi Current Account diperkirakan akan menandai kondisi negatif dan diduga dapat turun ke angka -101B dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -99B. Dollar AS terpantau bergerak terdepresiasi merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal Dollar-Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 102.67 dan level resistance pada kisaran 103.31.
Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair USDJPY ini berada pola triangle dan cenderung bergerak konsolidasi. Indikator-indikator teknikal menunjukkan perlambatan momentum dan memasuki fase konsolidasi setelah berakhirnya fase bullish.
Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair USDJPY ini bergerak pada pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase tengah pola bullish
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Dollar Naik Ungguli Franc Swiss

Dollar AS hari ini (Selasa, 17 Desember 2013, 13:19:11 GMT) menguat setelah dibuka di 80.09 pada awal perdagangan (00.00 GMT) dan telah naik sekitar 80 pips atau sekitar 0.10 %. Nilai bergulir tampak berada pada 80.17.
Sentimen positif terhadap Dollar AS nampak menguat setelah Bureau of Economic Analysis (AS) mengumumkan kepada publik bahwa terdapat kinerja yang membaik pada sektor perdagangan internasional dimana terjadi penyempitan defisit neraca perdagangan,
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada indikator fundamental ekonomi Current Account yang sedikit membaik ke angka -95B dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -97B. Kenaikan tersebut menunjukkan performa yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan memburuk ke angka -101B. Pair USDCHF terpantau bergerak naik merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian Dollar AS bahwa range normal pergerakan Dollar AS/Swissie pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 79.86 dan level resistance pada kisaran 80.36.
Workshop SIMPRO