FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

FOREX ACADEMY

Forex Education and Training For Successfull Trading and Be the Expert.

Rabu, 18 Desember 2013

Akankah Kebijakan Abe Melemahkan Yen Lebih Lanjut di 2014?

Dean Popplewell, direktur riset dan analis di Market Pulse mengatakan ada ekpektasi yang besar bahwa AS dan Eropa akan memimpin setiap rebound di pasar negara maju. Tahun depan, AS diperkirakan akan mengurangi penarikan fiskal (penaikkan pajak dan ukuran belanja) yang telah dialami oleh ekonomi AS selama beberapa tahun terakhir ini.
 Diharapkan, hal ini akan membawa pada suatu konsensus dari pertumbuhan riil kira-kira +3%. Hal ini adalah prospek yang jauh lebih baik dari yang di bukakan di seluruh Atlantik. Data yang keras dan lunak baru-baru ini dari Eropa menunjukkan suatu pemulihan yang bertahap dan lebih diam dari blok matauang dengan 17 anggota ini.
 Di Jepang dimana Abenomics berkuasa, pelonggaran moneter tambahan, dan stimulus dari panah Abe yang ketiga (baca: proyek-proyek yang dibiayai swasta), yang seharusnya mampu mengkompensasi pengetatan fiskal (pajak penjualan) Tokyo akan dimulai pada akhir dari kuartal pertama di 2014. Jepang adalah ekonomi yang digerakkan dengan ekspor, suatu negara yang memerlukan yen yang lebih lemah untuk mendorong ekspor lebih lanjut dan menaikkan pertumbuhan ekonomi.
 Para pengkritik terhadap kebijakan tiga panah Abe tentunya berhati-hati dengan kenyataan bahwa menaikkan tingkat inflasi menjadi 2% tidak dengan serta merta akan menaikkan aktifitas ekonomi dan konsumsi. Bahkan perubahan di struktur ekonomi Jepang, tidak serta merta berarti bahwa matauang yang lebih rendah akan memiliki efek yang sama terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi.
 Aksi jual yen telah mendominasi perdagangan banyak portfolio forex selama setahun yang lalu. Hal ini tentunya telah menjadi perdagangan yang penuh kesabaran, suatu perdagangan yang diperkirakan akan terus mendominasi dalam tahun yang akan datang. (ja/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Selasa, 17 Desember 2013

Kurs Dollar AS Rebound Menguat Tipis

Dollar AS pada dini hari ini ( 17 Desember ) menguat terhadap Dollar Kanada . Dibuka pada 1.0588 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah naik sekitar 5 pips atau sekitar 0.05% dan nilai bergulir tampak berada pada kisaran 1.0593.
Sentimen positif terhadap mata uang Dollar AS nampak menguat setelah Federal Reserve (bank sentral AS) menyampaikan bahwa terjadi peningkatan pada produksi industri di Amerika Serikat, memberikan sinyal yang cukup positif.
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator ekonomi Industrial Production m/m yang bertambah 1.1% dari nilai periode lalu yaitu 0.1%. Adanya perkembangan yang menggembirakan tersebut menunjukkan performa yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan naik ke angka 0.6%. Dollar AS terpantau bergerak naik merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar Kanada bahwa range normal USDCAD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.0556 dan level resistance pada kisaran 1.0643
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Aussie Melemah; RBA Akan Makin Longgarkan Moneter

Pada sesi perdagangan hari ini nilai tukar aussie terhadap dollar AS terpantau kembali mengalami penurunan lanjutan (17/12). Mata uang dari Australia ini melemah setelah RBA menyatakan masih membuka kemungkinan penurunan suku bunga acuan karena mata uang aussie dinilai masih terlalu tinggi.
Kebijakan RBA yang berpotensi untuk melonggarkan terus moneter berkebalikan dengan prediksi bahwa Fed justru akan mulai melakukan pengetatan. Kondisi ini memicu nilai tukar dollar Australia bergerak melemah dibandingkan dengan dollar Amerika Serikat.
Pasar menantikan pengumuman hasil rapat FOMC pada tanggal 18 Desember mendatang. Dalam rapat bulanannya para petinggi Fed diperkirakan akan mulai menunjukkan isyarat untuk melakukan pengurangan program pembelian obligasi bulanan atau lazim disebut tapering.
Hari ini aussie berada pada posisi 0.8938 dollar AS. Posisi mata uang Australia tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada pada level 0.8948 dollar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar aussie terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Untuk hari ini mata uang tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 0.8900 – 0.9000 dollar.
(ia/JA/vbn)           
Workshop SIMPRO

Senin, 16 Desember 2013

Euro Alami Penurunan Terbatas Di Akhir Pekan

Euro hari ini (Jum’at, 13 Desember 2013, 10:18:20 GMT) terpantau turun terhadap Dollar AS. Dibuka pada kisaran 1.3753 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut melemah sekitar -23 pips atau sekitar -0.17 % dan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 1.3730.
Euro terpantau menerima sentimen negatif dari investor, setelah pada hari ini Destatis (kantor statistik Jerman) melaporkan bahwa data terkini kinerja perdagangan domestik di negara ini mengalami penurunan.
Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pelemahan pada indikator fundamental ekonomi German WPI m/m yang melemah ke angka -0.2% dari nilai periode sebelumnya yaitu -1.0%. Perkembangan yang kurang menggembirakan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih buruk dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 0.4%. Euro terpantau bergerak negatif merespon perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa rentang normal pergerakan Euro/Dollar pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.3724 dan level resistance pada kisaran 1.3798.
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Pound Melemah, Momentum Naik Reda

Sterling pada perdagangan minggu ini ( 09-14 Desember) secara umum terpantau menunjukkan tren melemah terhadap Dollar AS. Perdagangan pasangan mata uang GBP/USD ini setelah dibuka pada kisaran 1.6346 di awal minggu perdagangan telah turun sekitar -47 pips atau sekitar -0.28 % dan ditutup pada kisaran 1.6299.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa melemahnya mata uang Sterling pada minggu ini terkait dengan laporan Office for National Statistics bahwa indikator Manufacturing Production m/m mengalami penurunan ke angka 0.4% dari 1.2%.
Adapun pada perdagangan pada minggu mendatang ( 16 -21 Desember), range normal perdagangan GBP/USD mingguan diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.6218 lalu kemudian di 1.6137. Sedangkan level resistance pada kisaran 1.6423 kemudian pada 1.6547.
Pergerakan pasangan mata uang ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh beberapa rilis data ekonomi yang diantaranya adalah : Current Account dan Final GDP q/q.
(IY/JA/vbn)
Workshop SIMPRO

Jumat, 13 Desember 2013

Yen Jepang Makin Anjlok ke Level 6 Bulan Terendah

Pada perdagangan Jumat pagi ini mata uang yen terpantau kembali melemah tajam terhadap dollar AS (13/12). Yen terpental melemah dan kembali mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari enam bulan belakangan terhadap dollar. Para pelaku pasar mencermati perbedaan kebijakan moneter di Jepang dan Amerika Serikat.
Yen mengarah untuk menggenapi penurunan mingguan untuk tujuh minggu berturut-turut terhadap dollar. Selisih imbal hasil obligasi antara obligasi pemerintah Amerika Serikat dan Jepang mendekati level paling tinggi sejak April 2011.
Mata uang yen selama satu bulan belakangan telah mengalami penurunan sebesar 4.4 persen terhadap rival-rivalnya. Melemahnya yen ini merupakan yang terbesar kedua setelah penurunan yang dialami oleh dollar Australia atau aussie.
Hari ini yen sempat mengalami penurunan hingga ke level 103.66 per dollar AS yang merupakan posisi paling rendah sejak tanggal 22 Mei. Saat ini yen berada di level 103.58 per dollar, mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 103.37 per dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar yen terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Untuk hari ini nilai tukar mata uang tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 103.00 – 103.80 per dollar.
(ia/JA/vbn)                             
Workshop SIMPRO

Loonie Kanada Masih Berpotensi Turun Akibat Deflasi di Negaranya

Pada sesi perdagangan hari Jumat pagi ini mata uang dollar Kanada atau biasa disebut loonie terpantau mengalami pergerakan yang cenderung berusaha untuk melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS (13/12). Mata uang dari Kanada tersebut melemah sejak kemarin setelah selama enam sesi belakangan bergerak menguat.
Melemahnya loonie Kanada terjadi setelah Gubernur BOC Stephen Polos memperingatkan pasar mengenai kemungkinan terjadinya deflasi di negara yang berbatasan dengan Amerika Serikat tersebut. Sementara itu data ekonomi dari AS justru menunjukkan pergerakan yang solid di mana penjualan eceran di bulan November mengalami peningkatan yang lebih besar dari ekspektasi.
Pagi ini loonie Kanada terpantau berada pada posisi 1.0641 per dollar AS setelah sempat mengalami penurunan hingga ke level 1.0653 per dollar. Posisi loonie tersebut sedikit melemah dibandingkan dengan penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di level 1.0639 per dollar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar loonie Kanada terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan lanjutan meskipun tampak terbatas. Untuk hari ini nilai tukar mata uang tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1.0600 – 1.0700 per dollar.
(ia/JA/vbn)                                     
Workshop SIMPRO